Mari bershadaqah (karena sebagian harta kita adalah hak mereka juga yang membutuhkan) Bank mandiri 1320012549953 atau rek. Bank BRI 040701000328307 a/n Yayasan Al Hilal. (shadaqah tidak akan membuat Anda miskin)

Ciri-ciri dan Akhlaq Rasulullah
SAW

Ayat Al Qu’ran paling sarat
memuji Nabi Muhammad SAW
adalah ayat berbunyi wa innaka
la’ala khuluqin ‘azhim, yang
artinya sesungguhnya engkau
(hai Muhammad ) memiliki akhlak yang sangat agung.

Kata khuluq berarti akhlak secara
linguistik mempunyai akar kata
yang sama dengan khalq yang
berarti cipataan. Bedanya kalau
kalau khalq lebih bermakna
cipataan Allah yang bersifat lahiriah dan fisikal, maka khuluq
adalah ciptaan Allah yang bersifat
batiniah. Seorang sahabat pernah
mengenang Nabi Muhammad SAW
yang mulia dengan kalimat kana
rasulullah ahsanan nasi khalqan
wa khuluqan, bahwa Rasulullah
SAW adalah manusia yang terbaik secara khalq dan khuluq.

Dengan
demikian, Nabi Muhammad SAW
adalah manusia sempurna dalam
segala aspek, baik lahiriah
maupun batiniah. Kesempurnaan lahiriah beliau
sering kita dengar dari riwayat
para sahabat yang melaporkan
tentang sifat-sifat beliau. Hindun
bin Abi Halah misalnya
mendeskripsikan sifat-sifat lahiriah beliau bahwa Nabi
Muhammad SAW adalah seorang
manusia yang sangat anggun,
yang wajahnya bercahaya
bagaikan bulan purnama di saat
sempurnanya. Badannya tinggi sedang. Postur tubuh Nabi tegap.
Rambutnya ikal dan panjang tidak
melebihi daun telinganya. Warna
kulitnya terang. Dahinya luas.
Alisnya memanjang halus,
bersambung dan indah. Sepotong urat halus membelah kedua
alisnya yang akan timbul saat
marahnya. Hidungnya mancung
sedikit membengkok, yang
bagian atasnya berkilau cahaya.
Janggutnya lebat, pipinya halus. Matanya hitam. Mulutnya sedang.
Giginya putih tersusun rapi.
Dadanya bidang dan berbulu
ringan. Lehernya putih, bersih
dan kemerah-merahan. Perutnya
rata dengan dadanya. Bila berjalan, jalannya cepat
laksana orang yang turun dari
atas. Bila menoleh, seluruh
tubuhnya menoleh. Pandangannya
lebih banyak ke arah bumi
ketimbang langit, sering merenung. Beliau mengiringi
sahabat-sahabatnya di saat
berjalan, dan beliau jugalah yang
memulai salam. Deskripsi para sahabat Nabi
tentang sifat-sifat manuisa agung
seperti ini sangat banyak. Namun
ada yang fokus dari al-Qur’an
tentang gambaran sifat Nabi
Muhammad SAW. Lalu apa yang menjadi fokus pandangan al-
Qur’an terhadap Nabi?
Jawabnya adalah khuluq-nya
alias akhlaqnya. Apa arti akhlak? Kata Imam al-Ghazali, akhlak
adalah wajah batiniah manusia. Ia
bisa indah dan juga bisa buruk.
Akhlak yang indah disebut al
khuluq al hasan; sementara
akhlak yang buruk disebut al khuluq as-sayyi. Akhlak yang
baik adalah akhlak yang mampu
meletakan secara proporsional
fakultas-fakultas yang ada di
dalam jiwa manusia. Ia mampu
meletakkan dan menggunakan secara adil fakultas-fakultas yang
ada dalam dirinya: ‘aqliyah
(rasio), ghadabiyah (emosi),
syahwaniyyah (syahwat) dan
wahmiyah (imajinasi). Manusia yang berakhlak baik
adalah yang tidak melampui
batas dalam menggunakan empat
fakultas di atas dan tidak
mengabaikannya secara total. Ia
akan sangat adil dan proposional di dalam menggunakan fakultas
yang ada dalam dirinya. Orang yang menyandang khuluq
al-hasan adalah orang yang
mampu meletakan secara
proposional dalam membagi
secara adil mana hak dunia dan
hak akhiratnya. Orang yang menyandang sifat ini akan
memantulkan suatu bentuk
sangat indah lahiriah di dalam
segala aspek kehidupan sehari-
hari. Akhlak seperti inilah yang
ditunjukan Rasulullah SAW kepada umatnya. Akhlak Nabi Muhammad SAW
adalah cerminan al Qur’an.
Bahkan belaiu sendiri adalah Al
Qur’an hidup yang hadir di
tengah-tengah umat manusia.
Membaca dan menghayati akhlak beliau berarti membaca dan
menghayati isi kandungan Al
Qur’an. Itulah kenapa Siti
Aisyah berkata akhlaq Nabi
adalah al-Qur’an.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2012 ISLAM AGAMAKU / Template by : Urangkurai