Mari bershadaqah (karena sebagian harta kita adalah hak mereka juga yang membutuhkan) Bank mandiri 1320012549953 atau rek. Bank BRI 040701000328307 a/n Yayasan Al Hilal. (shadaqah tidak akan membuat Anda miskin)


MENURUT sebuah artikel yang ditulis di Days of Palestine, seorang tentara Israel memberikan pengakuan soal peristiwa yang terjadi selama serangan di Gaza pada Juli 2014.

Sang prajurit, bermana Arieh, 20, menggambarkan operasi militer tersebut bagaimana mereka diperintahkan oleh komandan unit mereka dan bebas untuk menembak, untuk membalas dendam atas pembunuhan seorang tentara di unit mereka.

“Saya ditugaskan pada awal Juli 2014 dan ditempatkan ke Jalur Gaza tapi sampai saat itu Operation Protective Edge belum diumumkan,” tutur Arieh.

“Hanya beberapa prajurit sudah berspekulasi bahwa akan ada perang, tetapi kemudian komandan kami mengatakan kepada kami untuk membayangkan radius 200 meter dan untuk segera menembak apapun yang bergerak di dalam lingkaran ini.”

Dia menekankan bahwa: “Kami membom warga sipil untuk hiburan. Satu hari sekitar jam 8 pagi, kami pergi ke Al-Bureij; kamp pengungsi yang padat penduduknya di Gaza tengah, dan komandan mengatakan kepada kami untuk memilih target acak dan menembaknya.

“Pada saat itu kami tidak melihat pejuang Hamas, tidak ada yang menembak pada kami, tapi komandan mengatakan kepada kami dengan bercanda: ‘Kita harus mengirim salam selamat pagi kepada Bureij, dari tentara Israel’.

“Saya ingat suatu hari, seorang prajurit dari unit kami tewas dan komandan kami meminta kami untuk membalas dendam sehingga saya menarik tangki secara acak menuju bangunan perumahan besar, hanya empat kilometer jauhnya dari kami dan menembakkan bom di lantai 11. Saya sudah menewaskan warga sipil yang benar-benar tidak bersalah,” lanjutnya.

Tentara itu menjelaskan bagaimana tujuan utama mereka adalah untuk melenyapkan bukan hanya Hamas, tetapi warga Gaza sebanyak mungkin, termasuk infrastruktur mereka.

“Kami memasuki Jalur Gaza pada tanggal 19 Juli 2014 untuk mencari terowongan Hamas yang menghubungkan Gaza dan Israel, tapi tujuan kami adalah untuk menghancurkan Hamas dan infrastruktur di Jalur Gaza.

“Kami menghancurkan banyak bangunan, peternakan dan tiang listrik milik warga Palestina. Mereka mengatakan kepada kami bahwa ‘Kita harus menghindari korban sipil sebanyak mungkin’, tapi bagaimana Anda bisa melakukan itu ketika mereka memerintah Anda untuk meninggalkan begitu banyak kerusakan,”

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa kami hanya melihat warga sipil, kami tidak melihat pejuang Hamas. Kami tahu mereka bergerak melalui terowongan.”

Ada sekitar 60 tentara Israel yang telah setuju untuk bersaksi dalam laporan organisasi bernama Breaking the Silence, sebuah organisasi Israel yang didirikan oleh mantan tentara IDF yang mengumpulkan dan memberikan kesaksian selama mereka berdinas militer di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur sejak Intifada kedua. [sa/islampos]

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2012 ISLAM AGAMAKU / Template by : Urangkurai